Blue Print Perusahaan

Kata Pengantar

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu komponen utama dari
industri Information Technology (IT). Jika Indonesia ingin meraih sukses di
bidang IT ini, maka faktor SDM harus diperhatikan. Namun ternyata masih
banyak kelemahan di sisi SDM IT, baik dari kualitas maupun kuantitas (jumlah).
Buku ini mencoba untuk mengkaji kebutuhan SDM IT, mendata penghasil SDM
IT dan mengusulkan inisiatif-inisiatif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
SDM IT.
Blue Book atau Buku Biru ini nantinya diharapkan terus diperbaharui, karena
kebutuhan SDM dan perkembangan IT sendiri selalu berubah. Buku ini akan
diterbitkan setiap tahun dengan versi yang berbeda. Dengan demikian isi yang ada
di dalamnya juga selalu terkini dan dapat terus digunakan sebagai referensi
perkembangan kebutuhan, ketersediaan dan penghasil SDM IT. Selain itu, buku
ini juga akan selalu memberikan usulan-usulan atau inisiatif yang dilakukan untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM IT sesuai dengan kondisi yang ada.

Bandung, Januari 2008

Tim Penyusun

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teknologi Informasi1 telah melahirkan sebuah industri baru, yaitu industri IT.
Contoh industri IT ini adalah industri telekomunikasi2 (Telkom, Indosat dan
operator telekomunikasi lainya), perangkat lunak (software, seperti misalnya
Balicamp), perangkat keras (hardware, seperti misalnya PT INTI), integrasi
sistem (system integrator), jasa internet (Internet Service Provider atau ISP, web
hosting, Aplication Service Provider), dan masih banyak yang lainnya. IT sudah
menjadi sebuah industri yang nyata dan dapat memberi kontribusi kepada
pendapatan negara.
Meskipun gelembung (bubble) perusahaan dot-com telah kempes, kebutuhan atas
tenaga kerja profesional telematika (information and communication technology)
terus tumbuh3, sebagaimana disampaikan Hilton [1]. Hal ini disebabkan produk
dan layanan IT, beserta sumber daya manusia (SDM) yang menghasilkannya,
terdapat di segala bagian ekonomi. Bagian terbesar SDM bekerja pada
perusahaan jasa komputer. Namun demikiancukup besar juga SDM yang bekerja
di sektor manufaktur, industri keuangan, pemerintah, dan perdagangan ritel dan
wholesale4. Selain langkanya SDM telematika, banyak perusahaan dipusingkan
oleh tingginya tingakt perpindahan SDM (turnover). Pada saat yang sama,
ditemukan juga pengaruh besar dari IT pada produktivitas nasional dan
pertumbuhan ekonomi [2]. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk melihat
persoalan SDM telematika dan solusi bagi persoalan tersebut.

Jenjang Jumlah Lembaga
D3 285
D4 5
S1 181
S2 3
S3 2
Jumlah 476

Bagian I: Estimasi Kebutuhan SDM ICT s/d 2010
Kualitatif: Kompetensi
Kuantitatif: Jumlah
Bagian II: Kinerja Saat ini
Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan
Kapasitas Pertahun
Bagian III: Rekomendasi

Kurikulum Generik
Assessment
Bagian IV: Usulan Action Plan
Inisiatif
Program
1.4 Model Pembuatan Blue Book
Sebagaimana diperlihatkan pada Gbr. 1, Blue Book menjadi panduan dalam
proses penyiapan SDM telematika. Pertumbuhan perusahaan telematika di
Indonesia perlu didata untuk menghitung estimasi kebutuhan SDM untuk industri
Indonesia. Hasilnya dicatat dalam Blue Book. Demikian juga kapasitas dari
Lembaga Pendidikan ICT Indonesia dicatat dalam Blue Book ini. Kurikulum
Generik dikumpulkan dalam Blue Book untuk digunakan lembaga pendidikan di
Indonesia untuk menghasilkan SDM telematika. Blue Book juga perlu memiliki
mekenisme assessment untuk mencek kualitas dari SDM telematika. Lembaga
Asssessment mengeluarkan sertifikasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam
Blue Book ini. Blue Book juga mengandung inisiatif dan program apabila
kuantitas dan kulitas SDM yang dihasilkan tidak memenuhi kebutuhan industri.
Gbr. 1. Model pembuatan Blue Book dan hubungannya dengan proses
penyiapan SDM.
1.5 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diambil dari latar belakang yang telah dipaparkan di
atas antara lain adalah :

- Perlu untuk mendefinisikan kebutuhan SDM IT sampai dengan 2010 dalam
hal kualitas maupun kuantitas.
- Merumuskan strategi untuk mengatasi kesenjangan kualitas dan kuantitas
antara pengguna SDM IT dan institusi penghasil SDM IT.
- Perlu adanya standar kompetensi SDM IT.
1.6 Output yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dengan adanya buku ini adalah :
- Adanya gambaran karakteristik SDM IT yang tersedia maupun yang
dibutuhkan oleh industri IT.
- Adanya standar-standar kompetensi SDM IT yang dapat digunakan sebagai
acuan kurikulum intitusi penghasil dan pengguna SDM IT.
- Adanya strategi-strategi dan program kerja yang digunakan untuk menyiapkan
kebutuhan SDM IT
1.7 Metodologi
Metodologi yang akan digunakan dalam penyusunan buku ini adalah sebagai
berikut :
1. Kinerja industri di Indonesia di pantau dalam sebuah buku Indeks dan Profil
Industri Telematika di Indonesia. Struktur industri IT di Indonesia yang
bermuara pada pasar global harus terdefinisi. Termasuk di dalamnya,
prototip-prototip usaha IT (level besar, menengah, kecil).
2. Kebutuhan/spesifikasi SDM pada setiap prototip usaha terdefinisi. Spesifikasi
ini mendasari persyaratan sertifikasi SDM IT, terutama bagi tenaga kerja
rendah dan menengah. Pengumpulan data dan survey dilakukan, yaitu dengan
studi pustaka, klasifikasi industri serta browsing internet. Termasuk juga
melakukan tinjauan dan diskusi lapangan pada sejumlah industri, universitas,
lembaga pendidikan. Kemudian dilakukan analisis dan pengolahan data
3. Persyaratan sertifikasi dipakai untuk merumuskan paket pendidikan dan
pelatihan SDM (termasuk kurikulum, materi ajar, program belajar, dan
evaluasi). Paket ini disebut Buku Biru perencanaan SDM telematika.
4. Buku Biru paket pendidikan dan pelatihan ini disebarkan secara luass ke
seluruh lembaga pendidikan dan kursus-kursus di Indonesia yang ingin
berpartisipasi. Materi dapat pula dikemas dalam bentuk paket self-study yang
disebarluaskan melalui Internet, toko buku, dan perpustakaan. Lembaga
pembinaan instruktur yang ada ditunjuk untuk mempersiapkan para instruktur.
5. Dirumuskan alternatif-alternatif kerjasama pembinaan SDM IT antara indstri
dan universitas. Lembaga pendidikan dan pelatihan kemudian menjalankan
paket tersebut untuk menghasilkan SDM bagi Indonesia. Juga
Direkomendasikan upaya-upaya pemerintah yang diperlukan untuk
mendukung tercapainya pembinaan SDM IT yang memadukan interaksi antara
industri dan universitas

6. SDM yang dihasilkan ditampung oleh industri di Indonesia atau diekspor
sebagai TKI, sambil ditingkatkan melalui on-the-job training (OJT) dan
continuing education.
Proses di atas berulang setiap tahun, dengan melakukan revisi Buku Biru
perencanaan.
Dalam mengetahui dan mendefinisikan spesifikasi SDM yang dibutuhkan,
pendekatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Dari estimasi kebutuhan jumlah SDM, ditentukan target pencapaian jumlah
tenaga trampil dan tenaga ahli yang diperlukan. Prosesnya dilakukan dengan
berbagai cara, mulai dari studi literatur dan Internet, melakukan perbandingan
dengan hasil serupa dari negara lain, dan melakukan pertemuan dengan pakar
SDM
Dari khasana body of knowledge (BoK) di bidang IT dapat ditentukan dasar
dan filosofri perumusan kompetensi di industri IT.
Kemudian dilakukan survey program sertifikasi yang dilakukan industri IT,
seperti Microsoft, Cisco, Oracle, dan juga badan standarisasi dunia seperti
ISO.
Hasil survey ini digunakan dalam sebagai bahan dasar (modul) dan BoK
digunakan untuk menyusun pohon strata (level) kompetensi.
Pohon strata kompetensi ini digunakan untuk menyusun kurikulum dan
sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankannya.
Melihat kondisi dan peluang yang ada di Indonesia, disusun strategi untuk
menjalankan program pengembangan SDM. Termasuk di dalamnya digalang
kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta pihak industri
yang memiliki program sertifikasi.
Hasilnya dituangkan dalam buku program perencanaan SDM, yang disebut
Blue Book.
1.8 Sistematika Pembahasan
Pembahasan pada buku ini akan disajikan dalam 5 bagian, yaitu antara lain :
Bagian 1 pendahuluan. Pada Bagian ini akan memaparkan latar belakang
penyusunan buku ini, rumusan masalah, output yang diharapkan, metodologi yang
digunakan, dan sistematika pembahasan.
Bagian 2 definisi kebutuhan SDM IT. Di sini akan dijelaskan definisi kebutuhan
SDM IT baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Bagian 3 kesenjangan-kesenjangan. Bagian ini akan menguraikan keadaan dan
kebutuhan SDM IT pada saat ini, proyeksi kedepan sampai dengan tahun 2010
dan strategi pengembangan untuk memenuhinya.
Bagian 4 standar kompetensi SDM IT. Pada Bagian ini akan didefinisikan
standar-standar kompetensi SDM IT. Kemampuan apa saja yang harus similiki

oleh seorang SDM IT (core competens) untuk tiap-tiap keahlian akan dijelaskan
pada bagian 4 ini.
Bagian 5 program kerja. Pada Bagian ini akan dipaparkan program kerja yang
akan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan SDM IT
Bagian 6 penutup. Bagian ini berupa kesimpulan dan saran.

2 DEFINISI KEBUTUHAN SDM IT
2.1 Definisi Kebutuhan Kualitatif
SDM telematika diperlukan untuk meningkatkan produktivitas unit kerja. Paling
tidak ada dua macam lapangan kerja: (1) Pekerjaan yang menghasilkan produk
dan jasa IT (IT enabling job) dan (2) Pekerjaan yang dimungkinkan akibat
penggunaan produk IT (IT enabled job). IT enabled job ini berada di industri
telematika sedangkan IT enabling job berada diberbagai sektor ekonomi. Perlu
dicatat bahwa dalam unit kerja IT enabling job terdapat juga IT enabled office,

Secara generik, sebuah IT enable unit membutuhkan operator (user) dari produk
telematika. Misalnya, pekerja klerikal menggunakan komputer dan produk
Microsoft Office dan Microsoft Windows. Perangkat telematika perlu dipelihara
oleh maintainer agar tetap bisa beroperasi. Misalnya maintainer ini memelihari
koneksi Internet atau akses printer bnagi jaringan komputer. Sistem telmatika ini
dikelola oleh seorang administrator, yang memastikan agar sistem telematika ini
dapat mencapai sasaran bisnis dari unit kerja tersebut. Administrator ini mengatur
privilage dari operator serta user name.
Hal ini sejalan dengan sistem generik telematika yang beroperasi dalam suatu unit
kerja. Maintainer memelihara infrasturktur dan sistm pengoperasi,
sedangkan operator mengoperasikan aplikasi dan menghasilkan konten.

Gbr. 2. Sistem generik telematika dalam suatu unit kerja, yang terdiri
dari empat layer. Layer dasar adalah infrastruktur peralatan. Layer di
atasnya adalah sistem pengoperasi, aplikasi, dan konten.
Sistem telematika yang dipasang pada suatu unit kerja biasanya adalah hasil
pengembangan dari unit kerja IT enabling units. Misalnya, produk pengelolaan
basis data yang beroperasi di IT enabled units adalah buatan sebuah Software
House sebagai sebuah IT enabling unit. Sebelum produk tersebut dibuat, ada
sistem analis yang mengerti proses kerja dalam IT enabled unit, kemudian
membuat spesifikasi dan requirement dari produk ini. Seorang desainer kemudian
menggunakan hasil sistem analis untuk merancang produk telematika tersebut.
Satu atau lebih programmer kemudian merealisasi desain ini dalam bentuk kode
komputer. Beberapa orang tester melakukan verifikasi dan validasi dari kode.
Proses ini dikelola oleh program manager. Produk yang dihasilkan kemudian
diinstal oleh installer ke dalam IT enabled office.
Hampir semua IT enabling office juga menggunakan IT sebagai lata kerja,
sehingga dalam unit kerjanya adalah juga IT enabled office. Jadi IT enabling
office pada akhirnya mirip sekali dengan IT enabled office, tetapi para
operatornya adalah software developer, seperti project manager, system analyst

and designer, specialist, programmer, tester, dokumenter.

Lapangan kerja telematika ada di dua jenis unit kerja: IT
enabling units dan IT enabled units. Di dalam setiap IT enabling units
terdapat pula sebuah IT enabled unit.
Pengembangan SDM IT diarahkan untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan
industri ICT Indonesia. Kebutuhan industri akan SDM dapat diklasifikasikan
menurut rentang waktu, yaitu:
· Kebutuhan jangka pendek (immediate needs). Kebutuhan ini adalah
kebutuhan segera saat ini untuk mengisi kekosongan tenaga ahli bersertifikasi.
· Kebutuhan jangka menengah, (misalnya profesi) bersertifikasi profesional
· Kebutuhan jangka panjang. Kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk
membangun fundamen agar industri ICT Indonesia bisa kerkelanjutan.
Dalam jangka pendek saat ini, kebutuhan keahlian SDM teridentifikasi sebagai
berikut:

Tenaga Trampil
· IT Specialist: tenaga yang sangat trampil (advanced) dalam menggunakan
suatu produk IT. Misalnya Aplipcation, Software Application, E-consumer,
telesales.
· IT Professional: tenaga trampil yang dapat mengimplementasikan suatu
produk IT atau teknologi sebagai bagian dari solusi bisnis dalam sebuah
organisasi. Misalnya, Multimedia specialist.
· IT System Administrators: tenaga trampil pengelola jaringan dan sistem IT.
misalnya network administrator, website administrator, system administrator.

Tenaga Ahli
· IT System Engineers: tenaga ahli menganalisa kebutuhan bisnis dan kemudian
mendesain dan mengimplementasi solusi infrastruktur IT (komputer, jaringan
komunikasi, server, dsb) yang optimal untuk kebutuhan tersebut. Misalnya
network engineer, system analyst dan desain, programmer, client support,
multimedia integrator.
· IT Application Developer: tenaga ahli dalam menggunakan teknologi IT untuk
mengembangkan dan memelihara aplikasi, komponen, web/desktop client,
atau layanan data back-end. Misalnya website developers, project
management, knowledge management, website design, e-security.
· IT Solution Developers: tenaga ahli desain dan pengembangan solusi bisnis
menggunakan IT development tools, teknologi, platform, arsitektur. Misalnya
software developers, business analyst, e-business analyst.
· IT Databases: tenaga ahli mendesain, mengimplementasi, dan mengelola basis
data menggunakan server seperti SQL. Misalnya database design and
development, database administration.
· IT Trainers, penyedia dan pelaksana pendidikan IT. Misalnya e-learning
developers.

Tenaga IT lainnya
Tenaga IT ini antara lain: internetworking, technical support, general IT, dan
helpdesk.
Dalam jangka panjang, tenaga yang diperlukan adalah content developer,
researcher dan enjineer.

tahun 2002). Ketua Aspiluki memperkirakan pertumbuhan pasar software
Indonesia tumbuh 200% (Bisnis Indonesia, Agustus 2003).
Perhitungan di atas akan membengkak besar apabila diikutsertakan SDM yang
diperlukan untuk IT enabled office. Dipekirakan dari setiap 10 pekerja, delapan
adalah operator dan satu merangkap maintainer dan adminsitrator. Untuk seratus
pekerja, sembilan pulouh adalah operator, lima spesialis, tiga administrator dan
satu network manager.
Meskipun demikian, dalam kegiatan ini, kita hanya berkonsentrasi pada SDM
untuk kebutuhan industri. Konsentransi ini diperlukan mengingat akan meluasnya
pembahasan dan analisa apabila kita mengikut sertakan semua kebutuhan SDM
Indonesia.
Dari perkiraan jumlah tenaga yang diperlukan dapat kemudian diestimasikan
jumlah tenaga yang perlu dilatih dan disiapkan. Setiap tahun jumlah minimal
yang harus dilatih adalah selisih dari jumlah tenaga tahun depan dengan tenaga
yang ada pada tahun ini.
Apabila target pencapaian jumlah tenaga kerja terlatih ini hendak dicapai maka
perlu diambil langkah-langkah dalam garis besar sebagai berikut:
· Pendefinisian dan pembakuan kompetensi dari tenaga trampil dan tenaga ahli,
beserta jumlah yang dibutuhkan per tahun.
· Perancangan proses pelatihan, yang terdiri dari pembuatan program pelatihan,
kurikulum, uji kompetensi, sumber daya, kualifikasi pengajar, persyaratan
lembaga pelaksana, proses serta proses rekrutment peserta.
· Penyiapan dan penetapan lembaga-lembaga pelaksana.
· Pelaksanaan proses pelatihan dan sertifikasi.
· Penempatan pada pasar tenaga kerja IT.

Kerjasama Perguruan Tinggi Terkemuka IT
Tentunya semakin banyak perguruan tinggi yang ikut dalam penyusunan program
dan penyediaan resource bagi pengembangan SDM IT di Indonesia akan semakin
baik. Karena institusi-institusi inilah yang akan menjadi ujung tombak baik
sebagai penyedia kebutuhan SDM IT, atau pun sebagai pengembang IT itu
sendiri. Daftar institusi yang menyediakan pendidikan di bidang IT.

Kerjasama Industri ICT
Kerjasama dengan pihak industri perlu dilakukan terutama untuk memperoleh
tenaga trampil. Kandidat kerjasama adalah antara lain dengan:
· Microsoft, yaitu perusahaan terbesar di bidang pembuatan perangkat lunak.
· Hewlett-Packard, yaitu perusahaan di bidang elektronika dan IT.
· Cisco, yaitu perusahaan dibidang peralatan jaringan komputer
· Oracle, yaitu perusahaan di bidang solusi perangkat lunak korporasi (seperti
basis data)
· IBM, yaitu perusahaan di bidang komputer dan IT.
· Schlumberger, yaitu perusahaan di bidang peralatan industri dan teknologi
informasi (smart card)
· SUN Microsystem, yaitu perusahaan di bidang server, workstation, dan
perangkat lunak korporasi.
Prinsip kerjasama adalah diperolehnya standar kompetensi yang sesuai dengan
realitas teknologi di industri. Perusahaan-perusahaan ini pada umumnya memiliki
program pendidikan yang dapat diakses.

4 STANDAR KOMPETENSI SDM IT, PENGUJIAN
DAN SERTIFIKASI

4.1 Pembuatan Standar Kompetensi
Dari kerjasama antara perguruan tinggi dan industri dapat dibuat standar
kompetensi Indonesia di bidang ICT. Pada saat yang sama, beberapa lembaga
yang mampu dapat ditunjuk untuk menerbitkan sertifikasi. Untuk setiap
jabatan/pekerjaan/job tersebut di atas, perlu didefinsikan komptensi ataupun
kemampuan (knowledge, skill, attitude)

Kompetensi, al:
Dapat menggunakan personal computer
Dapat menggunakan aplikasi word processing
Dapat menggunakan aplikasi spreadsheed
Dapat menggunakan aplikasi database
Dapat menggunakan aplikasi presentasi
Dapat menggunakan fitur-fitur advance dari sebuah aplikasi
Dapat mengirim dan mengambil informasi dari internet menggunakan browser dan
email
Dapat membuat dokumen mark-up menjadi spesifikasi

_ Diploma of Information Technology (Systems Administration)
_ Diploma of Information Technology (Software Development)
_ Diploma of Information Technology (Business Analysis)
_ Diploma of Information Technology (Network Engineering)
_ Diploma of Information Technology (Multimedia Integration)
_ Diploma of Information Technology (Website Development)
_ Diploma of Information Technology (Internetworking)
_ Diploma of Information Technology (E-Business Development)
_ Diploma of Information Technology (Knowledge Management)
_ Diploma of Information Technology (Database Design and Development)
_ Diploma of Information Technology (Project Management)
_ Advanced Diploma of Information Technology (E-Business Development)
_ Advanced Diploma of Information Technology (E-Business Analysis)
_ Advanced Diploma of Information Technology (E-Learning Development)
_ Advanced Diploma of Information Technology (E-Security)
_ Advanced Diploma of Information Technology (Project Management)

Definisi Umum Standar Kompetensi
Standar kompetensi SDM IT merupakan kemampuan dan pengetahuan minimum
yang harus dimiliki atau dipenuhi oleh seorang SDM IT untuk menempati suatu
pekerjaan tertentu. Standar kompetensi ini terdiri dari unit-unit kompetensi. Unit
kompetensi sendiri adalah satu satuan kompetensi tertentu. Unit kompetensi akan
dikelompokkan berdasarkan bidang keahlian (bukan pekerjaan). Daftar standar
dan unit kompetensi.
Unit Kompetensi
Mengidentifikasikan keahlian/pengetahuan minimum yang diperlukan di
lingkungan kerjanya atau dalam suatu industri. Unit kompetensi memuat standarstandar.
Unit kompetensi harus transferable, karena tiap industri atau perusahaan
yang berbeda akan menggunakan standar ini dengan cara yang berbeda. Unit
kompetensi harus relevan dengan dunia kerja, baik sekarang dan yang akan
datang.

Kode
Semua unit kompetensi yang dituliskan dalam buku ini akan disertai dengan kode.
Kode ini digunakan untuk identifikasi, sebagai penanda apabila suatu unit
kompetensi dirubah (penyempurnaan).
Kompetensi:
Dapat menggunakan aplikasi word processing
Assessment:
Pilih sebuah naskah dokumen secara acak (misalnya sebuah surat atau sebuah
halaman buku)
Minta peserta untuk menduplikasi naskah tersebut secara presisi menggunakan
komputer, word processing, dan printer dalam waktu yang singkat
Verifikasi ketepatan hasil dan waktu yang diperlukan

4.2 Standar Pengujian dan Sertifikasi
Pengujian dan sertifikasi adalah dua hal berhubungan sebab akibat. Seperti halnya
kalau kita dibangku sekolah atau kuliah. Setelah melakukan kuliah selama satu
semester, maka di akhir semester dosen akan memberikan ujian untuk mengetahui
seberapa jauh seorang mahasiswa menguasai ilmu yang diajarkan oleh sang
dosen. Dan hasilnya adalah berupa transkrip nilai. Jika ujian kita baik, maka kita
akan lulus dan memperoleh transkrip dengan nilai yang bagus pula. Namun
sebaliknya, apabila ujian kita jelek, maka dosen dapat menyatakan mahasiswa
yang bersangkutan tidak lulus.

Pengujian (Assessment)
Setelah mengetahui kompetensi-kompetensi SDM IT di atas, maka harus dibuat
mekanisme pengujian (assesment) untuk menilai apakah seseorang sudah
memiliki kompetensi yang disyaratkan. Dan cara yang paling gampang tentunya
dengan mengembalikan kembali berdasarkan standar-standar kompetensi yang
telah didefinisikan di atas.
Dari unit-unit kompetensi yang dipaparkan, sebenarnya dapat dipaparkan lebih
jauh/detail lagi mengenai unit-unit kompetensi. Misalnya dengan memberikan
bagian elemen-elemen kompetensi, performance criteria, jangkauan variabel, dan
evidence guides. Bagian-bagian tersebut akan memberikan petunjuk dan
kemudahan dalam proses pengujian kompetensi SDM IT. Misalnya saja
performance criteria, bagian ini akan berisi pernyataan-pernyataan evaluatif
terhadap suatu unit kompetensi.
Sedangkan bagian evidance guide akan memandu pada proses pengujian dari unit
kompetensi, yaitu dengan memberikan garis besar metoda pengujian dan
mengidentifikasi kemampuan dan pengetahuan SDM IT berkaitan dengan unit
kompetensi teretentu. Bagian-bagian yang lain juga akan memeperjelas dan
membantu dalam pengujian suatu unit kompetensi. Pada buku biru versi pertama
ini belum dapat diberikan bagian-bagian di atas, karena pada versi pertama ini
masih difokuskan pada pembuatan standar-standar kompetensi.

Sertifikasi
Sertifikat diberikan kepada seseorang yang memenuhi standar-standar yang telah
ditentukan sesuai dengan bidang keahlian atau pekerjaannya. Sertifikat ini identik
dengan ijazah pada pendidikan formal. Bedanya adalah sertifikat ini lebih
mengacu kepada keahlian.
Selama ini sertifikasi kebanyakan dikeluarkan oleh vendor-vendor IT, seperti
Microsoft, Cisco, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan standar-standar
kompetensi SDM IT pada buku ini, dapat juga dibuatkan sertifikat untuk masingmasing
keahlian. Dan untuk memperoleh sertifikat pada bidang keahlian atau
profesi tertentu, maka seseorang menguasai komptensi inti dan kompetensi pilihan
yang telah disyaratkan.

Kompetensi inti (core competency) adalah kumpulan unit-unit kompetensi yang
harus dikuasi semua oleh seseorang yang ingin memeperoleh sertifikat pada
bidang tertentu. Sedangkan kompetensi pilihan (elective competency) adalah
kumpulan unit-unit kompetensi dimana apabila seseorang ingin mendapatkan
suatu sertifikat, maka harus menguasai beberapa kompetensi yang ada pada
kompetensi pilihan ini. Kompetensi inti dan pilihan ini identik dengan mata kuliah
wajib dan mata kuliah pilihan di pendidikan tinggi.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa bidang keahlian/profesi dan akan diberikan
pula kompetensi inti dan pilihan yang harus dikuasai jika ingin memeperoleh
sertifikat dibidang tersebut1.

E-Consumer
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti (tidak ada kompetensi pilihan).
Kompetensi Inti :
Mengoperasikan PC
Mengirim dan mendapatkan informasi dari internet menggunakan
browsers dan email
Mengoperasikan aplikasi word processing
Mengoperasikan hardware komputer
Menghubungkan workstation ke internet
Mencari dan mengevaluasi informasi secara on-line
Memeriksa keamanan site
Melakukan transaksi on-line
Menghubungkan hardware peripheral

Application
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi inti:
BBCB019 Membuat dokumentasi mark-up language sederhana menjadi
spesifikasi
Berkomunikasi di lingkungan kerja
Menerapkan prosedur keamanan dan kesehatan kerja
Menggunakan fitur-fitur advance di komputer
Mengoperasikan PC
Mengoperasikan aplikasi word processing
Mengoperasikan aplikasi spreadsheet
Mengoperasikan aplikasi database
Mengoperasikan paket-paket presentasi
Mengirim dan mendapatkan informasi dari internet menggunakan
browsers dan email

General
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Migrasi ke teknologi baru
Memberikan system administration dasar
Menjalankan tes diagnosa standar
Memelihara peralatan dan software pada suatu pekerjaan
Merangkai komponen-komponen(hardware) internal
Mengembangkan macros dan templates untuk klien menggunakan
produk-produk standar
Memelihara etika berprilaku
Memberikan petunjuk /saran pada klien
Menggunakan fitur-firur advance pada aplikasi-aplikasi komputer
Memberikan layanan sistem administrasi jaringan
Meng-install dan mengoptimasi sistem software

Kompetensi Pilihan :
Meng-install hardware jaringan kedalam suatu jaringan
Memaketkan aplikasi-aplikasi software untuk klien
Meng-install dan me-manage protocol-protocol jaringan
Menerapkan keahlian dalam proyek terintegrasi
Mendeterminasi dan mengatasi masalah di jaringan
Menjalankan perencanaan kapasitas
Meng-install dan mengkonfigurasi jaringan
Membangun infrastructur internet
Meng-install software ke dalam komputer yang terhubung ke
jaringan
Memelihara suatu software
Mengadministrasi network peripheral
Memberikan one to one instruction
Mengidentifikasi kebutuhan fisik database
Men-support sistem software

Network Administration
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi inti:
Menjalankan tes diagnosa standar
Mengadministrasi network peripheral
Memberikan saran kepada klien
Menyediakan layanan sistem administrasi jaringan
Menggunakan fitur-fitur advance di komputer
Meng-install dan mengoptimasi sistem software

Database Administration
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Menerapkan keahlian dalam proyek terintegrasi
Meng-install dan mengoptimasi sistem software
Mengidentifikasi kebutuhan fisik database
Memonitor implementasi fisik database
Men-support sistem software
Memberikan system administration dasar
Mengerjakan dan memenuhi permintaan
Memonitor dan mengadministasi keamanan sistem
Membuat kode untuk aplikasi
Memelihara etika berprilaku
Melengkapi backup dan recovery database
Mengidentifikasi masalah performansi database
Memonitor dan mengadministrasi database
Memberikan petunjuk /saran pada klien
Meng-install software ke dalam komputer yang terhubung ke
jaringan
Menjalankan tes diagnosa standar
Menggunakan fitur-firur advance pada aplikasi-aplikasi komputer

Network Management
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Meng-install dan mengkonfigurasi jaringan
Menjalankan perencanaan kapasitas
Meng-install dan mengoptimasi sistem software
Memonitor dan mengadministrasi keamanan jaringan
Membenahi kesalahan pada sistem yang berfungsi
Mengoptimasi kinerja sistem
Menerapkan keahlian dalam proyek terintegrasi
Meng-install software ke dalam komputer yang terhubung ke
jaringan
Meng-install hardware jaringan kedalam suatu jaringan
Menggunakan fitur-firur advance pada aplikasi-aplikasi komputer
Mendeterminasi dan mengatasi masalah di jaringan
Men-support sistem software
Membangun infrastructur internet
Mengerjakan dan memenuhi permintaan
Memaparkan level bisnis kepada klien

Technical Support
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Menerapkan keahlian dalam proyek terintegrasi
Membenahi kesalahan pada sistem yang berfungsi
Merangkai komponen-komponen(hardware) internal
Memberikan petunjuk /saran pada klien
Memelihara peralatan dan software pada suatu pekerjaan
Men-support sistem software
Mengoptimasi kinerja sistem
Memaparkan level bisnis kepada klien
Mengevaluasi status suatu system
Migrasi ke teknologi baru
Memberikan one to one instruction
Mendeterminasi masalah computing klien dan melaksanakannya
Meng-install software ke dalam komputer yang terhubung ke
jaringan
Memberikan layanan sistem administrasi jaringan
Memonitor dan mengadministrasi keamanan jaringan

Programming
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya tiga kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Menerapkan keahlian dalam proyek terintegrasi
Menerapkan kemampuan dalam desain berorientasi obyek
Menggunakan library or pre-existing components
Memaparkan level bisnis kepada klien
Melakukan pengecekan software development
Membuat kode untuk aplikasi
Mengimplementasikan konfigurasi manajemen
Mendeterminasi ekspektasi klien
Membangun client user interface
Menerapkan manajemen waktu
Menerapkan manajemen waktu
Menerapkan keahlian dalam quality management

Website Administration
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Memastikan usability dari suatu site
Memelihara kinerja(performance) website
Memonitor trafik dan menyusun laporan trafik dari suatu site
Mengkonfirmasi accessibility dari desain website
Memasukkan content(isi) ke dalam website dengan menggunakan
software komersial
Memastikan keamanan website
Menerapkan web authoring tool untuk mengubah data klien
Memberi petunjuk untuk meng-update dan memasukkan informasi ke
dalam website
Memelihara standar informasi
Memastikan isi website sesuai dengan standar dan protocol
Menggunakan sofware development dan tool-toll IT untuk
membangun website
Menyesuaikan kinerja website
Membuat dokumentasi mark-up language sederhana menjadi
spesifikasi
Membuat script pada klien side untuk website yang dinamik

Website Design
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mendesain website yang sesuai dengan kebutuhan teknis
Mengembangkan arsitektur informasi pada website
Memastikan usability suatu site
Membuat dokumentasi mark-up language sederhana menjadi
spesifikasi
Mengkonfirmasi accessibility desain website
Memilih dan menerapkan tool-tool software dan hardware
multimedia
Menggunakan sofware development dan tool-toll IT untuk
membangun website
Memastikan isi website sesuai dengan standar dan protocol teknis
Memvalidasi kinerja website
Mengembangkan Cascading Style Sheets (CSS)
Membuat script pada klien side untuk website yang dinamik
Menerapkan web authoring tool untuk mengubah data klien
Memasukkan content(isi) ke dalam website dengan menggunakan
software komersial.

System Administration
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mendeterminasi strategi pemeliharaan
Menkoordinasi pergantian request
Mengatur dan me-review delivery dari layanan pemeliharaan
Menjalankan perencanaan kapasitas
Mengatur keamanan sistem
Membantu menganalisis tentang emerging technology
Melakukan tes pada sistem
Mendeterminasi ekspektasi dan kebutuhan klien
Mengatur proses pengujian
Melakukan stress dan loading test pada platform terintegrasi
Menyiapkan rencana recovery pada saat ada kerusakan fatal
Mengkonfirmasi kebutuhan bisnis klien
Mengimplementasikan komponen-komponen sistem
Melakukan audit pre-instalasi untuk instalasi software
Memberi petunjuk aplikasi manajemen resiko
Memberi petunjuk aplikasi komunikasi

Software Development
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mengembangkan konfigurasi manajemen
Mengembangkan software
Mendeterminasi ekspektasi klien
Mengatur proses pengujian
Mengembangkan dan melakukan client acceptance test
Mengembangkan spesifikasi komponen dari spesifikasi proyek
Mengembangkan desain teknik secara detail
Mengembangkan detailed tes plan
Melakukan tes terintegrasi
Mengkonfirmasi kebutuhan klien
Mengembangkan dan melaksanakan feasibiliti report
Menyiapkan rencana recovery saat kerusakan fatal
Memelihara suatu software

Business Analysis
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Membuat strategi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis
Mengembangkan spesifikasi komponen dari spesifikasi proyek
Mengembangkan desain teknik secara detail
Mengembangkan detailed tes plan
Mengkonfirmasi kebutuhan klien
Mengembangkan dan melaksanakan feasibiliti report
Memonitor sistem uji coba
Menyiapkan rencana recovery saat kerusakan fatal
Mengaplikasikan project integrative processes
Me-manage scope
Me-manage cost
Me-manage kualitas
Me-manage SDM
Me-Manage komunikasi
Me-Manage resiko
Me-manage procurement

Network Engineering
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Meng-install dan me-manage jaringan yang kompleks
Mengembangkan dan melaksanakan feasibiliti report
Membuat desain jaringan/komunikasi
Mengembangkan perencanaan desain sistem infrastruktur
Membangun intranet
Bengatur keamanan jaringan
Melakukan troubleshooting dan me-resolve masalah-masalah di
jaringan
Membuat kode untuk aplikasi
Benyiapkan rencana recovery saat kerusakan fatal
Mengaplikasikan project integrative processes
Me-manage scope
Me-manage cost
Me-manage kualitas
Me-manage SDM
Me-Manage komunikasi
Me-Manage resiko
Me-manage procurement

Website Development
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya empat kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mendesain website-website dinamik yang sesuai dengan kebutuhan
teknis
Mengembangkan arsitektur informasi pada website
Memastikan keamanan website dinamik
Menerapkan teknologi enkripsi
Meng-install dan memelihara proses authentication
Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis
Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan teknis
Menerapkan proses manajemen resiko
Mengkonfigurasi Payment Gateway
Mengintegrasikan database dengan website
Menggunakan tools pada server untuk e-business
Meng-compile dan menjalankan aplikasi
Memastikan privacy untuk user
Melakukan operational acceptance tests pada websites
Membuat halaman web dinamik
Melakukan stress dan loading test pada platform terintegrasi
Mengembangkan dan melakukan client acceptance test
Mengimplementasikan proses quality assurance pada websites
Memelihara etika berprilaku

Internetworking
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya delapan kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Meng-install dan mengkonfigurasi router
Mendeterminasi topologi terbaik untuk LAN
Mengidentifikasi topologi terbaik untuk WAN
Mengkonfigurasi gateway internet
Menerapkan teknologi enkripsi
Meng-install dan memelihara proses authentication
Membangun keamanan untuk jaringan
Meng-install intelligent hub
Meng-install network bridges/ switches
Mengadministrasi network peripheral
Meng-install dan me-manage protocol-protocol jaringan
Meng-install dan mengkonfigurasi jaringan
Membuat desain jaringan/komunikasi
Memonitor dan mengadministrasi keamanan jaringan
Membangun intranet
Memelihara etika berprilaku

E-Business Development
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya delapan kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mendeterminasi acceptable solution provider untuk proyek e-bisnis
Mengidentifikasi model teknologi baru untuk e-bisnis_
Mengevaluasi produk-produk dan perlengkapan vendor_
Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis_
Merencanakan proses re-engineering untuk keperluan proyek_
Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan teknis_
Menerapkan proses re-engineering untuk e-bisnis_
Menerapkan proses manajemen resiko_
Kompetensi Pilihan :
Mendesain website yang sesuai dengan kebutuhan teknis
Memastikan usability suatu site
Menerapkan web authoring tool untuk mengubah data klien
Melakukan operational acceptance tests pada websites
Mengkonfirmasi accessibility desain website
Memastikan privacy untuk user
Mendesain database
Memeriksa dan merencanakan resiko untuk e-business
Membangun database
Mendeterminasi apakah funsi dan scalability database sesuai dengan
kebutuhan bisnis
Mendeterminasi topologi terbaik untuk LAN
Membangun intranet

Knowledge Management
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya delapan kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis
Menganalisa informasi dan assign meta-tags
Memodelkan obyek data
Memodelkan pemrosesan data
Mendesain database
Membangun database
Mendeterminasi apakah funsi dan scalability database sesuai dengan
kebutuhan bisnis.
Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan teknis
Memastikan privacy untuk user
Membuat data warehouse
Memonitor dan meningkatkan pengetahuan sistem manajemen
Mengintegrasikan database dengan website
Membangun intranet
Memelihara etika berprilaku

Database Design dan Development
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Mendesain database
Membangun database
Mendeterminasi apakah funsi dan scalability database sesuai dengan
kebutuhan bisnis
Memodelkan obyek data
Memodelkan pemrosesan data
Membuat data warehouse
Mengintegrasikan database dengan website
Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis
Mengidentifikasi model teknologi baru untuk e-bisnis
Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan teknis
Menggunakan SQL untuk membuat struktur database dan
manipulasi/mengolah data.
Membuat utility program
Mendeterminasi ekspektasi klien
Mengidentifikasi kebutuhan fisik database
Memonitor implementasi fisik data
E-Business Analysis
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Menerapkan proses re-engineering untuk e-bisnis
Menerapkan proses manajemen resiko
Mengembangkan kebutuhan teknis untuk solusi e-business
Mengidentifikasi model teknologi baru untuk e-bisnis
Menerapkan pergantian proses-proses manajemen
Mengevaluasi produk-produk dan perlengkapan vendor
Merencanakan proses re-engineering untuk keperluan proyek
Mendeterminasi acceptable solution provider untuk proyek e-bisnis Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis
Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan teknis
Mendeterminasi ekspektasi klien bisnis
Memelihara etika berprilaku

E-Security
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya delapan kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Memastikan keamanan website dinamik
Memastikan privacy untuk user
Mendesain kerangka kerja keamanan sistem
Mendesain keamanan sistem dan kontrol
Mengatur keamanan sistem
Mengatur keamanan jaringan
Menyiapkan rencana recovery saat kerusakan fatal
Menerapkan proses manajemen resiko
Menerapkan teknologi enkripsi
Membangun keamanan untuk jaringan
Mengevaluasi produk-produk dan perlengkapan vendor
Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis
Merencanakan proses re-engineering untuk keperluan proyek
Menerapkan proses re-engineering untuk e-bisnis
Mengembangkan dan melaksanakan feasibiliti report
Melakukan tes pada sistem
Memelihara etika berprilaku

Project Management
Sertifikat pada bidang ini diberikan kepada seseorang yang lulus pengujian dari
semua unit kompetensi inti dan sedikitnya enam kompetensi pilihan.
Kompetensi Inti :
Menerapkan pergantian proses manajemen
Mengidentifikasi model teknologi baru untuk e-bisnis
Mengimplementasikan proses quality assurance untuk e-business
Mengembangkan dan melaksanakan feasibiliti report
Mendeterminasi ekspektasi klien
Membantu dengan analisis tentang emerging technology
Memelihara etika berprilaku
Me-manage kesatuan proyek
Me-manage scope
Me-manage waktu
Me-manage cost
Me-manage kualitas
Me-manage SDM
Me-Manage komunikasi
Me-Manage resiko
Me-manage procurement

5 PROGRAM KERJA
5.1 Penyusunan Program/Action Plan
Ada dua macam usulan-usulan yang perlu dilakukan, yaitu (1) inisiatif, dan (2)
program. Inisitiatif bersifat mentriger, dan dapat dilakukan oleh tim kerja.
Sebagai contoh, pembuatan Blue Book adalah sebuah inisiatif.
Berbeda dengan inisiatif, program bersifat memecahkan suatu masalah/kebutuhan
dalam proses penghasilan SDM. Karena program bersifat pemecahan kebutuhan
besar, maka program harus dilakukan oleh sebuah badan atau institusi, serta
memiliki anggaran yang signifikan. Sebagai contoh, kekurangan tenaga instruktur
diatasi dengan program pelatihan instruktur (training for trainers) yang
dilaksanakan di institusi-institusi yang ditunjuk.
Program disusun dengan memanfaatkan university-industry program. Dalam
program ini, disusun juga detail target serta lembaga yang terlibat. Pemerintah
juga diajak berperan dengan program seperti pengembangan fasilitas.
Program disusun dengan memanfaatkan university-industry program. Dalam
program ini, disusun juga detail target serta lembaga yang terlibat. Pemerintah
juga diajak berperan dengan program seperti pengembangan fasilitas.
Program dibuat dalam bentuk dalam dua jenis, yaitu program strategis, dan
paktivitas kegiatan. Sebagaimana diperlihatkan pada Table 5.1, program strategis
perlu mengacu pada strategic issues, strategic outcome, programs, dan goals.

6 PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Pada penyusunan Blue Book ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu antara
lain :
· Buku biru (blue book) adalah dokumen tahunan untuk merumuskan
perencanaan SDM IT dalam rangka mendukung pengembangan industri IT di
preusan tersebut.
· Kebutuhan SDM IT dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu
definisi kebutuhan kualitatif dan kebutuhan kuantitatif.
· Definisi kebutuhan kuantitatif membagi kebutuhan SDM IT berdasarkan
profesi atau keahlian dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

· Standar-standar kompetensi SDM IT dapat didefinisikan, meski hanya sebatas
unit-unit kompetensi saja. Sedangkan penjelasan lebih rinci untuk tiap unit
kompetensi dan cara pengujian belum dedefinisikan.
· Penyusunan program kerja untuk menyiapkan kebutuhan SDM IT sudah dapat
dirumuskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: